Home / Nasional

Minggu, 22 Mei 2022 - 14:51 WIB

Sejarah dan Latar Belakang Hari Kebangkitan Nasional

Ilustrasi bekasiurbancity.com

Ilustrasi bekasiurbancity.com

AMORFATIMEDIA.COM – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) setiap tanggal 20 Mei merupakan inisiasi Ir. Soekarno pada awal-awal kemerdekaan. Tanggal tersebut dipilih sesuai dengan waktu didirikannya organisasi Budi Utomo. Dia menilai perlu adanya simbol pemersatu bangsa, guna melawan segala bentuk penjajahan.

Peringatan Harkitnas pertama kali dilaksanakan pada 1948 di Yogyakarta oleh Presiden pertama RI. Disebutkan dalam situs Kemdikbud, pada waktu itu Bung Karno meminta Ki Hajar Dewantara untuk memperingati hari lahir Budi Utomo sebagai Hari Kebangunan Nasional, yang kemudian dinamai sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Latar Belakang Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Mengutip Kemdikbud RI, latar belakang hari Kebangkitan Nasional adalah bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia.

Baca Juga :  Miguel Oliveira Persembahkan Kemenangan untuk Pegawai Hotel di MotoGP Mandalika

Hari Kebangkitan Nasional terkait dengan Budi Utomo. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei diambil dari tanggal lahirnya organisasi Budi Utomo.

Berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh Dr Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) menandai kebangkitan nasional Indonesia.

Sejak 1908 itulah, sejarah Indonesia memasuki babak baru yaitu masa pergerakan nasional. Pergerakan nasional adalah masa bangkitnya rasa semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dr Sutomo dan kawan-kawan ingin mendirikan sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, ekonomi dan budaya. Keinginan tersebut terkait gagasan dr Wahidin Sudirohusodo yang ingin meningkatkan martabat rakyat dan bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Jokowi Izinkan Warga Tak Pakai Masker, Epidemiolog: Harus Dirincikan

Gagasan itu muncul melihat kondisi bangsa Indonesia pada saat itu memprihatinkan akibat sistem kolonialisme Belanda yang membodohi bangsa jajahannya. Pendidikan rakyat Indonesia terutama kaum pribumi rendah dan tidak mendapat informasi atau tertutup dari dunia luar.

Dr Sutomo beserta para pelajar STOVIA mendirikan perhimpunan Budi Utomo untuk mengejar ketertinggalan bangsa dari bangsa-bangsa lain.

Tokoh Kebangkitan Nasional yang terkenal disebut Tiga Serangkai yaitu Douwes Dekker, dr Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantoro (Suwardi Suryoningrat).

Share :

Baca Juga

Nasional

Mulai Besok Pemerintah Gelar Vaksinasi Booster Dosis 2, Ini Syaratnya

Nasional

Asal-usul THR di Indonesia dan Protes para Buruh

Nasional

Cek Lagi, Ini Kriteria Barang yang Kena Pajak 11 Persen

Nasional

Anggota TNI AD Tembak Adik Ipar Hingga Tewas saat Dangdutan

Nasional

Diusut Dewas, Kemungkinan Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli Diterima Berkelompok

Nasional

Seleksi Guru PPPK 2022 Segera Dibuka, Guru Honorer Siap-Siap Ikut

Nasional

DPR Anggarkan Rp48,7 Miliar untuk Ganti Gorden dan Rp11 Miliar Pengaspalan Area Gedung

Nasional

Rocky Gerung Ingatkan Doktrin Femme Fatale dalam Penanganan Kasus Brigadir J