Home / Nasional

Selasa, 27 September 2022 - 11:15 WIB

Seleksi Guru PPPK 2022 Segera Dibuka, Guru Honorer Siap-Siap Ikut

Pengunjukrasa yang tergabung dalam Aliansi Forum Guru Bandung Raya melakukan teatrikal saat berunjukrasa di Monumen Perjuangan Rakyat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021).  ANTARA

Pengunjukrasa yang tergabung dalam Aliansi Forum Guru Bandung Raya melakukan teatrikal saat berunjukrasa di Monumen Perjuangan Rakyat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021). ANTARA

AMORFATIMEDIA.COM – Seleksi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN P3K) Tahun 2022 segera dibuka. Seleksi guru ASN P3K tahap 3 digelar pada minggu ketiga November. Selanjutnya, pengumuman kelulusan sekitar minggu ketiga hingga minggu keempat Desember 2022.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani mengatakan pemerintah telah melakukan persiapan rekrutmen guru ASN P3K tahun 2022 melalui koordinasi bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), serta BKN.

“Koordinasi tersebut dilakukan agar dapat merekrut guru ASN P3K dilakukan lewat pola tertutup dan pola terbuka,” ucap Nunuk seperti dilansir dari laman Puslapdik, Selasa, 27 September 2022.

Lebih lanjut, Nunuk menjelaskan bahwa rekrutmen tertutup itu artinya akan diseleksi kebutuhan guru ASN P3K untuk rombongan belajar (rombel) atau kelas yang telah terisi oleh guru non-ASN. Sedangkan pola terbuka yaitu akan diseleksi kebutuhan guru ASN P3K untuk rombel atau kelas yang belum memiliki guru non-ASN.

“Seleksi ASN P3K ini sudah diatur melalui Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 tahun 2022. Jadi, permintaan itu dipakai sebagai acuan pelaksanaan seleksi guru ASN P3K tahun ini,” ungkap Nunuk Suryani.

Adapun pelamar Prioritas I yaitu Tenaga Honorer eks Kategori II (THK-II), guru non-ASN, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan guru swasta, yang pada masing-masing kategori tersebut telah memenuhi nilai ambang batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021, tetapi belum mendapat formasi.

Baca Juga :  Tak Lapor SPT dan Buat Negara Merugi Rp 6 Miliar, Rumah Warga Kepri Disita

Kemudian, pelamar Prioritas II adalah THK-II. Sedangkan pelamar Prioritas III adalah guru non-ASN di sekolah negeri yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan masa kerja minimal tiga tahun.

“Sementara itu, lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang terdaftar di basis data Kemendikbudristek serta mereka yang terdaftar pada Dapodik masuk dalam kategori pelamar umum,” katanya.

Ditegaskan Nunuk Suryani, bahwa seleksi guru ASN P3K sesuai dan sejalan dengan amanah Undang-undang serta menilai individu. “Perlu diingat, bahwa guru itu harus memenuhi kualifikasi dan kompetensi sebagaimana ada dalam Undang-Undang Guru dan Dosen, maka tes yang diberikan harus mengukur kompetensi profesional, pedagogi, sosial, dan kepribadian,” ujarnya.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen mengatakan, hampir semua seleksi ASN menggunakan standar mekanisme yang sama. Seleksi PPPK adalah bagian dari SSCASN atau Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara.

“Karena sistem seleksi guru ini tertutup, artinya hanya yang diizinkan mendaftar yaitu mereka yang sudah terdaftar di data Dapodik dan data THK-II nya BKN yang tentu saja berprofesi sebagai guru,” tegas Suharmen.

Ditambahkan Suharmen, seleksi guru P3K 2022 dilaksanakan melalui sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serta proses pendaftarannya mengikuti skema yang diatur di dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 11 tahun 2017 ataupun di dalam PP nomor 49 tahun 2018.

Seleksi guru PPPK ini adalah kesempatan baik bagi guru honorer untuk ikut seleksi sebagai apresiasi pada guru. Kendati demikian, dikatakan Suharmen, BKN memastikan seleksi diselenggarakan secara transparan dan ketat demi mendapatkan guru PPPK yang berkualitas dan berintegritas.

Baca Juga :  LPSK Turunkan Tim Khusus Tangani Tragedi Kanjuruhan
Masih Dibutuhkan 781 Ribu Guru

Kemendikbudristek kata Nunuk mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengajukan formasi guru ASN P3K secara optimal. Saat ini pemerintah masih kekurangan guru yang berkualitas. Dia memaparkan, di satuan pendidikan negeri, angka kebutuhan guru yang dibutuhkan yaitu 2,4 juta. Angka tersebut juga sudah memperhitungkan kebutuhan guru agama.

“Dalam menutupi kebutuhan tersebut, saat ini telah tersedia 1,3 juta guru ASN, dan serta dengan mempertimbangkan sumber individu lain, seperti Guru DPK, Guru yang telah lulus Passing Grade di tahun 2021, dan produksi PPG Pra Jabatan. Jadi kami masih kekurangan guru ASN di sekolah negeri sebanyak 781 Ribu,” katanya.

Namun, total usulan formasi dari Pemerintah Daerah yang telah di verifikasi/validasi Kemenpan-RB sekitar 319 ribu pada tahun 2022, atau di bawah 50 persen.

“Semua provinsi sudah membuka formasi, tetapi ada yang timpang. Sebagai contoh, Kepulauan Riau hanya mengusulkan 718 dari total kebutuhan 3.064 guru. Ada daerah lain seperti Jawa Barat yang mengajukan 3.800 dari 26 ribu kebutuhan. Pengajuan dari daerah berkisar 41 persen dari semua kebutuhan,” papar Nunuk.

Editor: Pramonco

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google News caranya Klik di Sini.

Share :

Baca Juga

MK Kabulkan Sebagian Pengujian UU Cipta Kerja

Nasional

Cacat Formil, MK Kabulkan Sebagian Pengujian UU Cipta Kerja

Nasional

Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, 5 Prajurit TNI AD Ditahan

Nasional

Desak Minta Maaf, Massa Pendukung UAS Datangi Kedubes Singapura

Nasional

Negara ini Mulai Panik Akibat Jokowi Larang Ekspor CPO

Nasional

Mulai Besok, Tenaga Kerja Asing Dilarang Masuk RI

Nasional

Anggota TNI AD Tembak Adik Ipar Hingga Tewas saat Dangdutan

Nasional

UU Cipta Kerja Dinilai Jadi Salah Satu Penyebab Tingginya Impor Gula

Nasional

Hakim Vonis Bebas Polisi Pembunuh FPI, Kuasa Hukum FPI: Sudah Kami Duga