Home / Nasional

Kamis, 19 Mei 2022 - 14:05 WIB

Siap-siap, Jokowi Setuju Tarif Listrik 3.000 VA Bakal Naik

Ilustrasi Aristya Rahadian

Ilustrasi Aristya Rahadian

AMPORFATIMEDIA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui jika tarif listrik bagi pelanggan golongan 3.000 VA ke atas dinaikkan. Hal itu dilakukan untuk merespons lonjakan harga komoditas energi.

Persetujuan Jokowi itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dalam rangka mengusulkan kenaikan anggaran subsidi dan kompensasi energi

“Bapak presiden saat sidang terakhir sudah menyetujui beban kelompok rumah tangga yang mampu merepresentasikan fiskal langganan listrik di atas 3.000 VA boleh ada kenaikan harga listrik, hanya segmen itu ke atas,” ujarnya saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR secara virtual, Kamis, 19 Mei 2022.

Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi listrik senilai Rp 56,5 triliun dengan asumsi harga Indonesia crude price (ICP) 63 dolar AS per barel. Setelah harga ICP meningkat ke 100 dolar AS per barel kebutuhan subsidi listrik menjadi Rp 59,6 triliun, sehingga terdapat selisih Rp 3,1 triliun.

Baca Juga :  10 Sunnah ala Rasulullah SAW Jelang Tidur yang Perlu Ditiru

Beban lebih besar ada di sisi kompensasi pemerintah kepada PT PLN (Persero). Dengan asumsi ICP 63 dolar AS per barel pemerintah tidak menganggarkan kompensasi PLN pada 2022, tetapi kenaikan harga ICP menjadi 100 dolar AS per barel terdapat kebutuhan kompensasi Rp 21,4 triliun.

Selain itu, Sri Mulyani menyebut harga keekonomian tarif listrik semakin melonjak, jauh dari asumsi pemerintah dalam APBN 2022. Misalnya saat ini tarif listrik rumah tangga (RT) 900 VA sebesar Rp 1.352 per Kwh, harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 1.533,1 per Kwh.

Meski begitu, belum ada kejelasan mengenai berapa besaran kenaikan tarif listrik yang akan berlaku. Begitu juga dengan waktu kenaikan tarif tersebut.

Jika itu disetujui, maka harga komoditas energi yang dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah tidak akan naik. Sri Mulyani mengatakan hanya ada dua pilihan pemerintah dalam merespons kenaikan harga minyak dunia.

“Pilihannya hanya dua, kalau ini tidak dinaikkan ya harga BBM dan listrik naik. Kalau BBM dan listrik yang tidak naik, ya ini yang naik dan itu berarti pengeluaran dalam APBN kita besar,” kata Sri Mulyani.

(Pur/Pram)

Share :

Baca Juga

Nasional

Kuasa Hukum Brigadir J Diusir, Mahfud MD: Pengacara Brigadir J Tak Harus Diundang Saat Rekonstruksi

Nasional

Dokter Lois Owein dilepas Polisi setelah di periksa sejak Sabtu pekan lalu

Nasional

Tak Bayar Upah Lembur saat Libur Nasional, Pengusaha Bisa Dipidana

Nasional

Media Internasional Kritik Jokowi, Rocky Gerung: Bahasa yang digunakan Cerdas

Nasional

Daftar PPPK Guru, Pelamar terdaftar di Dapodik tapi tidak ada di Database sscasn.bkn.go.id. Ini Solusinya

Nasional

Pemerintah Manfaatkan Kepri sebagai Hub Ekspor Produk UMKM Bagian Barat Indonesia

Nasional

MotoGP Mandalika 2022, Jokowi Berpaling ke Fabio Quartararo Usai Marc Marquez Absen

Nasional

Polisi selidiki kasus penyalahgunaan BBM Bersubsidi