Home / Nusantara

Rabu, 25 Mei 2022 - 13:29 WIB

TNI AL Lepaskan Benih Lobster Hasil Tangkapan di Perairan Kepri, Total Senilai Rp 46,7 Miliar

Panglima Koarmada I TNI AL, Laksaman Muda TNI Arsyad Abdullah, menunjukkan benih lobster yang digagalkan TNI AL di Kepulauan Riau. ANTARA/Yude

Panglima Koarmada I TNI AL, Laksaman Muda TNI Arsyad Abdullah, menunjukkan benih lobster yang digagalkan TNI AL di Kepulauan Riau. ANTARA/Yude

AMORFATIMEDIA.COM – Penyelundupan 466.000 benih lobster berhasil digagalkan oleh TNI AL. Benih lobster tersebut disimpan dalam 95 kotak gabus sintesis di perairan Pulau Kelapa Gading, Kepulauan Riau (Kepri) yang totalnya diperkirakan senilai Rp46,7 Miliar.

“Yang kami amankan ini dari dua jenis, yaitu benih lobster mutiara dan benih lobster pasir. Benih lobster yang akan diselundupkan ini diperkirakan harganya mencapai Rp46,7 miliar. Benih lobster ini rencananya akan diselundupkan ke luar negeri,” ujar Panglima Komanso Armada I TNI AL, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, di Batam, Kepri, Rabu, 25 Mei 2022.

Ia menyebutkan, “Tujuannya ke luar negeri, karena di sini tidak ada pembelinya. Di Singapura juga hanya perantara, yang menerima itu Vietnam karena di sana ada tempat penangkaran.”

Baca Juga :  Ruko Milik Pemdes di Lingga Kepri Terbakar, Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Penggagalan penyelundupan benur lobster ini dilakukan oleh Pangkalan TNI AL Batam dan Tanjungbalai Karimun. Sebelumnya, TNI AL sudah mendapatkan informasi bahwa akan ada perahu motor cepat yang membawa benih lobster sejak Sabtu (21/5/2022).

Benih lobster hasil tangkapan TNI Angkatan Laut (AL) itu kemudian dilepaskan di Perairan Pulau Abang, Kota Batam, Kepri melibatkan Kantor Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam dan Balai Karantina kelas I Batam.

“Benih lobster ini sudah ada yang dilepasliarkan di Perairan Pulau Abang Selasa (24/5) biar tumbuh besar dan bisa dinikmati oleh masyarakat Kepri nantinya,” katanya.

Baca Juga :  Kronologi TNI AU Perintahkan Pesawat Asing Mendarat di Batam

Ia menjelaskan pihaknya memang sengaja segera melepaskan benih lobster yang berhasil diamankan dalam jumlah banyak tersebut karena dikhawatirkan akan mati bila berlama-lama didiamkan.

“Kalau didiamkan berlama-lama, mungkin hanya 12 jam bertahannya. Maka dari itu harus segera dilepaskan,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, untuk kasus ini pihaknya akan terus melakukan penyelidikan, terutama terkait 5 orang pelaku yang sampai saat ini belum ditemukan karena berhasil melarikan diri saat pengejaran.

“Pelaku-pelaku ini ada identitas dan akan kami cari siapa pelaku tersebut sampai ketemu. Kami akan usut sumbernya dari mana, dan kenapa dibawa ke luar negeri. Itu nanti upaya-upaya yang akan kami lakukan,” ucap dia.

(Kadri/Pur)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Bantuan KWH di Desa Batu Belubang sarat Kepentingan Politik

Nusantara

Setelah 2 Tahun Dihentikan, Pelayaran Karimun-Malaysia Kembali Dibuka

Nusantara

Politeknik Lingga Buka Penerimaan Mahasiswa Baru D3 D4 Jalur Beasiswa
Ilustrasi Covid-19

Nusantara

Isi Edaran Bupati Lingga Soal Aturan Perjalanan Selama PPKM Level 3

Nusantara

Polisi Gerebek Judi Online di Kepri Beromzet Ratusan Juta Rupiah
Mahathir Klarifikasi Pernyataanya Soal Malaysia Harus Klaim Kepulauan Riau

Nusantara

Mahathir Klarifikasi Pernyataanya Soal Malaysia Harus Klaim Kepulauan Riau

Nusantara

Sepeken Nihil, Kasus Baru Covid-19 di Lingga Kepri Kembali Muncul

Nusantara

5 Nelayan Asal Anambas Kepri yang Terdampar di Malaysia, Dipulangkan ke Tanah Air