Home / Gaya Hidup

Kamis, 2 Juni 2022 - 09:46 WIB

Unik! Buah Kelapa Dijadikan Mahar Perkawinan hingga Status Sosial

Pohon kelapa. Foto: pixabay

Pohon kelapa. Foto: pixabay

AMORFATIMEDIA.COM – Tanaman kelapa banyak ditemukan di hampir seluruh tempat di Indonesia dan merupakan tanaman serbaguna. Kelapa memiliki arti penting bagi masyarakat, karena hampir semua bagiannya, seperti daun, buah, sabut hingga batang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Di beberapa tempat di Indonesia, kelapa malah memiliki peran yang lebih penting dari sekadar ekonomi. Kelapa mempunyai peran dalam kehidupan sosial budaya masyarakat, yakni sebagai mahar perkawinan.

Bagi masyarakat Wawoni, di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara misalnya, kelapa dijadikan sebagai mahar perkawinan adat yang diberikan mempelai pria kepada mempelai wanita sesuai dengan keputusan hukum adat yang berlaku.

Kelapa dijadikan mahar berkaitan erat dengan ketersediaan sumber daya alam serta falsafah dalam membangun rumah tangga. Kemudian pohon kelapa yang boleh dijadikan mahar dalam perkawinan yang sudah berbuah dengan klasifikasi tertentu.

Baca Juga :  Bupati Lingga Temui Kadin Batam, Bahas Investasi hingga Pengembangan Wisata

Selain di Wawoni, bagi masyarakat Gorontalo, kelapa juga menjadi salah satu syarat utama dalam melakukan perkawinan adat. Saat mempelai pria melamar mempelai wanita, maka wajib memberikan tumula atau tunas kelapa.

“Tunas kelapa dimaknai sebagai biisalawa, atau pembicaraan awal,” tulis Rahmadi R dalam Unik, Buah Kelapa Dapat Dijadikan Mahar Perkawinan yang dimuat di Mongabay Indonesia.

Tunas, tulis Rahmadi, disimbolkan sebagai awal karena tunas dalam bahasa Gorontalo adalah tumula yang dimaknai sebagai awal mula. Hal ini memiliki arti dalam ritual tersebut tunas kelapa dipadankan dengan pembicaraan awal atau ikrar.

Di daerah lainnya, yakni di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, mahar perkawinan juga menggunakan kelapa. Bahkan tanaman ini menunjukan status sosial. Di daerah Selayar, jelasnya, kelapa memiliki fungsi yang cukup bernilai.

Sebagai mahar, kelapa paling kurang harus 80 pohon untuk golongan pattola (bangsawan). Bila tidak memiliki pohon kelapa yang didapatkan sebagai warisan, bisa dikatakan bahwa leluhurnya bukan dari golongan bangsawan.

“Disamping itu dapat pula dikatakan bahwa seluruh kehidupan masyarakat tergantung pada keadaan kelapa karena hampir seluruh perekonomian mereka ditentukan oleh kelapa baik dari segi pertanian maupun dari segi perdagangan,” ungkap Lenrawati dan Nurul Adliyah Purnamasari, peneliti dari Balai Arkeologi Sulsel.

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan setiap hari dari Amorfatimedia.com di Google caranya Klik di Sini

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

5 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gaji Tinggi, Apa Saja?

Gaya Hidup

Bahasa Jawa Ternyata Digunakan di Lima Negara Dunia

Gaya Hidup

7 Aplikasi Menulis Menghasilkan Uang

Gaya Hidup

Harganya Cabai Makin Pedas, Berikut Cara Mengawetkannya

Gaya Hidup

5 Penyakit Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Gaya Hidup

Cara Mudah Memasang File ads.txt Untuk Adsense di WordPress

Gaya Hidup

Bikin Bulu Kuduk Berdiri, Ratusan Patung Bergigi Manusia Asli

Gaya Hidup

Ingin Tidur Nyenyak seperti Bayi? Coba Terapankan Aturan 10-3-2-1-0