Home / Kesehatan

Senin, 6 Juni 2022 - 17:27 WIB

Viral! Keseringan Begadang Wanita 21 Tahun Kena Stroke hingga Koma

Foto: Tangkapan layar: SS Viral

Foto: Tangkapan layar: SS Viral

AMORFATIMEDIA.COM – Baru-baru ini viral di TikTok seorang wanita yang mengaku terkena stroke di usia muda imbas sering begadang. Pemilik akun @Olsza Lauuu menceritakan awal mula bagaimana dirinya terserang stroke, bahkan hingga koma.

“Guys ini foto aku pas lagi ulang tahun dan di RS, posisinya abis koma, kenapa koma? Karena di pembuluh darah otakku itu ada perdarahan, jadi ada stroke,” cerita dia, dikutip amorfatimedia.com, Senin, 6 Juni 2022.

Olsza menuturkan, pemicu utamanya merupakan gaya hidup yang tidak sehat. Ia terbiasa begadang hingga baru tidur selesai salat subuh. Namun, wanita asal Pemalang ini tidak menyangka efeknya bakal begitu parah.

Kebiasaan begadang ia lalui selama lebih dari satu tahun, tepatnya sejak wabah COVID-19 merebak di Indonesia. Setahun berselang, kondisinya mendadak menurun drastis hingga harus dirawat secara intensif.

Baca Juga :  10 Tanda Penyakit Ginjal Ini Perlu Diwaspadai, Keinginan Kencing terus-menerus

Begadang dan kurang tidur secara ilmiah telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian dari Warwick Medical School yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada 2011 lalu menunjukkan bahwa kurang tidur yang berkepanjangan dan pola tidur yang terganggu dapat memiliki implikasi kesehatan jangka panjang yang serius.

Peneliti telah menghubungkan kurang tidur dengan stroke, serangan jantung dan gangguan kardiovaskuler yang sering mengakibatkan kematian dini.

“Jika Anda tidur kurang dari enam jam per malam dan mengalami gangguan tidur, Anda memiliki peluang 48 persen lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung dan 15 persen lebih besar kemungkinannya terkena penyakit jantung dan meninggal karena stroke,” jelas Profesor Francesco Cappuccio dari University of Warwick Medical School dikutip dari Science Daily.

Baca Juga :  Tongkang Nyaris Tenggelam di Kepri, Belasan Kontainer Jatuh ke Laut

“Tren tidur larut malam dan dini hari sebenarnya adalah bom waktu bagi kesehatan kita sehingga Anda perlu bertindak sekarang untuk mengurangi risiko mengembangkan kondisi yang mengancam jiwa ini,” tegasnya.

Profesor Cappuccio dan rekan penulis Dr Michelle Miller, dari University of Warwick, melakukan program penelitian yang menindaklanjuti bukti dari tujuh hingga 25 tahun dari lebih dari 470.000 peserta dari delapan negara termasuk Jepang, AS, Swedia, dan Inggris.

Dr Miller menjelaskan…

Share :

Baca Juga

Kesehatan

10 Tanda Penyakit Ginjal Ini Perlu Diwaspadai, Keinginan Kencing terus-menerus

Kesehatan

Ketahui Manfaat Rutin Makan Cokelat Bagi Kesehatan Tubuh

Kesehatan

Agar Hidup Anda Lebih Bahagia, Lakukan Sembilan Kebiasaan ini

Kesehatan

Cara Ampuh Mengatasi Gusi Bengakak dengan Bahan Alami dari Dapur

Kesehatan

Anak-anak yang terinfeksi Covid-19 Miliki Antibodi Alami Selama 7 Bulan

Kesehatan

6 Cara Ampuh Menghentikan Kebiasaan Merokok

Kesehatan

Jangan Minum Teh Saat Sedang Haid, Ini Alasannya

Kesehatan

Konsumsi Buah Ini untuk Memperlambat Penuaan Otak